Tuesday, 11 April 2017


                                                                Kisah cinta di cafe



Pada suatu hari aku dan bima pergi ke suatu caffe yang tepatnya di tengah kota. Kami pun pergi menaiki sepeda motor dan kami pun melaju. Pada saat itu kami tidak ada perkuliahan dan beberapa menit kami di perjalanan  akhirnya kami juga akhirnya sampai.
Kami pun  duduk dan memesan makana yang di sediakan oleh pelayan cafe tersebut .
Dan kami pun juga menyantap hidangan yang sudah kami pesan sebelumnya.
Tiba tiba teman saya bima melotot ke arah belakang saya dan saya heran melihat nya
Oh..
Ternyata dia melihat seorang gadis yang cantik. Bima memang terkenal ketampanannya di kampus kami dan dia bilang ke aku. Tenang bro kita kita ajak kenal cewek bening  ini  ucapnya bergairah. Aku hanya diam karna saya tahu itu sudah hal biasa dengan sikap kelakuan teman saya ini.
Dan saya tetap di kursi saya dan menikmati  cemilan yang ada di meja saya.
Tiba tiba seorang perempuan menghampiri saya dan saya terkejut karna dia tiba tiba  duduk di depan saya. Karna pada saat itu saya sedang melamun
Dan dian bilang "Hai boleh aku duduk di sini ucapnya. Iya silakan  duduk ucapku
Aku pun menyalamnya dan kami kenalan. Namanya adalah dinda dan dia seorang siswa di SMA kami pun mengobrol cukup lama  dan saling dekat kami pun bercerita tentang kami masing masing . Dan dia sangat cantik putih dan menawan.
Tiba tiba bima datang di tengah ke asyikan kami ngobrol dan bima. Cieee.. Cieeee laku juga kamu ucap bima. Aku hanya terdiam dan sedikit malu atas ucap bima.
Bima pun berkenalan dengan dinda dan kami mengobrol  lama.dan pada saat itu aku menanya bima . Bim gebetan lu tdi mana ucapku.
Itu disana  udah punya suami  ucapnya.
Aku pun tertawa kecil atas sikapnya

Tidak beberapa lama bima minta pulang dan aku bilang ke bima minta billnya dong ucapku aku masih ngobrol dengan dinda ini. Sepuluh menit ok ucapku
Dan pada kesempatan itu aku meminta no handphone dinda . Terlintas di pikiranku kesempatan emas jarang jarang ini pikirku. Dinda aku boleh ngk minta no handphone kamu ucapku. Boleh kok bg . Ini nomor handphon dinda ucapnya. Aku pun langsung mencatatnya dengan cepat.
 Beberapa menit kemudian bima datang cabut yok ucapnya, ayok ucapku lgi.
Din aku pulng duluan ya.. Nanggung ngobrolnya ucapku dan di akhiri senyuman
Iya bang , bsok bisa ketemu lagi kan ucap dinda
Ok dengan senang hati ucapku
Bima pun beranjak pergi dan kami berangkat kembali ke kontrakan kami
Dan saat di rumah aku langsung dapat pesan singkat dari dinda dan aku sangat senang dan isi pesannya adalah hati hati di jalan ya .. Ucapnya
Dan aku balas pesan singkatnya iya"
Pada saat itu aku terus menanyakan kabar dan kegiatan yang di lakukannya.
 Kami semakin lama semakin mesra di pesan singkat dan bima melihat ku sedikit cemburu walaupun dia teman dekat aku sudah 2 tahun lamamya.

Pada hari ini aku berencana mengajaknya ketemuan di cafe yang sama dan dia juga memiliki waktu yang kosong pada saat itu. Kami pun bertemu dengan rahasia agar temanku bima tidak mengetahuinya. Dan aku selalu begitu, dengan berjalanya waktu kewaktu kami semakin dekat dan semakin adanya cinta diantara kamu. Kami slalu menanyakan kabar jika tidak ada jumpa.
Pada suatu hari aku mengajaknya kesuatu tempat dimana aku sering pergi dan tempat itu indah jauh dari keramaian dan aku sangat menyukainya.
Pada saat itu aku mengutarakan cintaku kepadanya dan aku sangat yakin dia menerimaku  pikirku dalam benakku,
Tiba tiba dia bilang aku ngk maug jadi pacar kamu aku kamu mau jdi sahabat aku slalu ada si sampingku. Aku bing lalu aku bertanya, kamu sudah punya pacar pintaku. Benar aku sudah punya pacar tapi aku lebig senang di dekat aku dan hatiku pun mulai terkiyak tapi aku tetap senyum padahal hatiku sudah robek sebenarnya
Ok kita sahabatan ucapku kami pun bersahabat .
Pada suatu hari aku meneleponya dan dia tidak ada kabar dan aku juga mengatakan padanya kalau bulan ini adalah acara wisudaku
Tapi dia tidak ada respon atau kabar apapun pada saat itu
Akhirnya pada saat itu tuba aku wisuda aku tidak lagi pedulikan dia karna sibuk acaraku dan orang tuaku dan sampai acara wisudaku acara yang amat berharga bagiku
     Pada suatu hari sebelumnya aku sudah cerita kepadanya sebelum aku wisuda aku akan pergi ke ibukota melanjutkan sekolahku. Dan aku berniat membua surat kepadanya

Dear dinda sahabat tersayangku

Aku sangat menyayangimu dik, aku mengharapkan kabarmu saja, aku sangat bertrimakasih atas kebahagiaan yang kamu berikan sebelumnya ke aku. Tapi jika kamu terima surat ini dari aku.
Itu tandanya aku nga ada di kota ini, uni adalah terakhir aku di kota ini
Aku masih berharap kau tidak muak denganku
Kau tau kau adalah impian terbesarku.
Jika engkau tamat jangan cari aku sebab aku tidak ada di negri ini lagi , aku berharap kmu sehat


                 Salam sahabatmu



Dan setelah beberapa lama kemudian dinda sudah menikah dengan pacarnya . Dan ternyata suaminya tak seperti yg di pikirkan
Dan surat yg di kirim beberapa tahun silam tiba padanya
Dia membacanya dengan perasaan sedih dan menangis
Dan akhirnyaa dia menyadari sahabat yang masih menunggunya
Dan dia menyalahkan dirinya



No comments:

Post a Comment

jika memang dunia itu kejam, mengapa tuhan menciptakan manusia yang mempunyai hati yang baik dan bermacam variasi yang di berikan kepada um...