Monday, 13 March 2017

KISAHKU DAN KELUARGAKU

KISAHKU DAN KELUARGAKU
 Bab 1 Ketika hidup Marco yang biasanya menginginkan kehidupan yang makmur di desanya. Marco adalah seorang petani yang rajin ke ladang setiap hari dan tidak memikirkan perkataan orang lain. ia meminum cangkir kopi yang di siapkan oleh istrinya sambil duduk di meja dapur yang sempit. Ayah” kemanakah kau kerja hari ini ucap istrinya. Saya akan akan kerja di ladang yang jauh ma ujap marco. Lina adalah wanita yang setia menemani Marco di setiap rintangan yang di hadapinnya .ia adalah istri yang baik dan bekerja keras untuk kerukunan rumah tangganya. Setelah tiga puluh menit marco berkata “, mama siapkan bekal untukku sekarang ini juga saya mau pergi”,. Jam tangan marco menunjukkan pukul 7.10 dan istrinya memberikan bekal kepadanya , marco kemudian pergi ke ladang dengan membawa kerbau yang di peliharanya 10 tahun belakangan ini. Lina pula ibu dari 3 anak ini bergegas menyiapkan sarapan pagi untuk anaknya yang hendak bepergi kesekolah , ia pula menyiapkan bekal untuk siang. Bila saputri adalah putri pertama Lina yang cantik dan menawan dengan mata yang cantik memiliki bola mata yang indah dan juga sangat di sukai semua orang dan juga putri kebanggan keluarga ini. “,bilaaaaa”, ucap ibunya bila menjawab nya ada apa mama teriak ucap bila. Lihat waktu mu sayang ini sudah waktunya sarapan tolong panggilkan adik kamu lorien iya mama bentar ucap”, bila Pukul 7.00 Bila dan Lorien berangkat kesekolah . ini adalah hari pertama Lorien masuk kelas pertama de sekolah dasar tepat bersama sama dengan Bila kaka Lorien. “,mama kami berangkat ya ke sekolah ”, ucap bila dan lina membalas ucapan lina “, iya belajar dengan baik dan juga tolong kamu perhatikan adik kamu itu ya”, seru lina “, iya mama”, Lina pun bergegas untuk kembali ke dapur dan membereskan rumah nya dan ia duduk sejenak di dapur dan seekor kucing menemaninya yang duduk manis di atas meja dapur Dan dia merenung tentang pernikahan hidup mereka tentang kepahitan rumah tangga yang di laluinya perlakuan mertuanya terhadap anaknya marlina tidak menyangka seseorang menelantarkan seorang anaknya, ia mengingat suaminya di masa kecilnya yang ketika umur 9 tahun lorien tidak lah lagi bersama orangtuanya lagi dia pergi ke desa tetangga abg dari ayah lorien dan di sana dia sekolah beberapa tahun , dia belajar mandiri di usia dini paman lorien bernama joko yang baik dan lebih baik dari ayah lorien “, lorien nanti jangan lupa memasak nasi babi kita ya”, ucap paman joko. Iya paman saya pergi dulu kesekolah”, ucap lorien Lorien memiliki hidup yang keras di usianya yang masih tergolong muda Paman joko adalah orang yang baik dan dia adalah seorang kepala sekolah swasta di desa penggolan di pedesaan. Paman joko memiliki 5 orang anak dan kini sebagian sudah menikah di masa lorien tinggal dirumah paman joko.ia juga seorang petani yang ramah dan lembut hati dan perbuatannya selembut salju Ayah lorien adalah merupakan seorang yang tergolong orang berada di desanya tapi dia tidak menghargai anak anak dan istrinya sehingga istrinya lebih awal meninggal di bawah tekanan hidup Lorien adalah seorang pekerja yang keras tapi sedikit kumal wajar saja karena dia tidak berada di depan orang tua kandungnya Lina terkejut ketika angka jarum jam sudah menunjukkan angka pukul sembilan pagi ia bergegas menutup rumah dan pergi ke ladang yang tidak jauh dari rumah Lina pun membawa sebuah cangkul di pundaknya dengan memakai topi celana panjang dan sebuah pisau parang di lengan kirinya . “, mau kemana hendak rita” . mau ke ladang seru lina rita adalah warga desa yang juga pekerjaan sebagai petani , rata rata pekerjaan di kota ini hanyalah bertani Lina pun melanjutkan perjalannya ke ladang ia bekerja di sana seharian penuh dan hanya kembali ke rumah untuk makan siang saja Lorien pulang lebih awal dari pada kakaknya dari sekolah dan dia menuju kerumah dan dia menemukan selebar kertas di halaman teras Lorien kamu ambil kunci di tempat biasa mama di ladang jangan kemana mana jaga rumah ya nak, ucap marlina di dalam surat tersebut lorien pun bergegas ke dapur mengambil kunci dan membuka pintu dan masuk keruma tak beberapa lama ibunya, marlina pun datang dari ladang dan mereka berdua pun hendak duduk sejenak di rumah dan “ayah mana mama “, ucap lorien. Ayahmu pergi keladang orang nak nanti ayah pulang sore lorien dan ibu marlina pun akhirnya pergi ke dapur dan makan siang. Ibu marlina menyendok nasi sementara lorien mengambil dari laci makanan dan mereka berdoa sejenak sebelum mencicipi hidangan makan siang mereka. Ibu marlina dan lorien makan dengan tenang tanpa ada mengucapkan sekata apapun karna itulah peraturan keluarga ini . Setelah mereka selesai menyantap makanan mereka mengobrol dan ibu marlina berkata “, nak nanti kita keladang iya kita tunggu kaka kamu pulang sekolah Jam jarum jam menunjukkan pukul 12.30 tak lama kemudian keributan di jaalan pun akhirnya kedatang kaka lorien pun datang. Kemudian Bila beranjak ke dapur dan menyapa ibunya dan kemudian bila seperti biasanya mengganti pakainnya dan pergi makan siang dan setelah selesai ibunya Bila dan lorien sudah menunggu bila di depan rumah Ibu nabila berkata”, bila tunci pintunya nak biar kita lekas berangkat serunya “iya mama ini udahan selesai seru nabila. Mereka pun bergegas bersama sama keladang dan tidak terlalu jauh dari rumah mereka Kisah hidup keluarga ini memamng menyedihkan dan penuh penderitaan tapi mereka tetap semangat dan dan hanya berserah kepada Tuhan akan takdir hidup mereka. Awal pernikahan mereka sampai dengan memiliki bayi mereka tinggal di sebuah gubuk yang sangat kecil dengan lebih kecil dari ukuran 4 meter kali 4 meter. Ayahnya lorien bekerja sebagai rombongan pekerja di siang hari dan di malam hari dia pergi ke hutan untuk menangkap burung atau berburu sejenisnya untuk dapat di jual untuk keperluan hidup mereka. Dulu marco sudah bekerja di sebuah perusahaan sawit dan memulai karir sejak ibunya sakit akibat tekanan dari suaminya ayah joko dan joko kembali ke desa untuk merawat ibunya sendiri tapi semuanya usaha yang di lakukan di perjuangan hidupnya sia sia sudah dan dia tidak merasa menyesal atau menuntuk kepada ayahnya toh dia berpikir ayahnya tidak peduli dengannya Seperti biasa yang di lalukan keluarga ini jam 6 menjelang malam hendak pulang dari ladang dan menyiapkan makanan malam untuk anaknya dan sang suami tercinta marlina dan selalu melakukan yang terbaik untuk keluarganya Selang beberapa jam suami marlina pun pulang dari ladang dan langsung kerumah dan berkata”, ma tolong ambilkan handukku dan “, marlina berteriak pelan Bila tolong ambilkan handuk untuk ayahmu seru marlina “,iya mama bentar ya”, seru bila Dan beberapa menit kemudian nabila pun datang membawa handuk tersebut kepada ayahnya “,ini handuknya ucap bila”, Bila pun kembali bergegas ke pekerjaannya yang di tinggalnya. Sementara kedua adik bila sedang bermain di ruang tamu dengan mainan mereka. Seperti biasa marco usai mandi ia bergegas pergi ke warung tuak itulah kebiasaan bapak bapak di desa tanah batak tuak adalh tradisi di sana dan juga di daerah ini rawan dingin ia berpikir sejenak sebelum pergi duduk duduk di halaman rumah dan memberi makan ayam ayam yang hendak di peliharanya. Dan dia memeliharanya dengan sangat baik dia berpikir sejenak di dalam pikirannya tentang pekerjaan yang di lakukannya besok dan dia tidak mengenal lelah dalam hidupnya atau mungkin sudah terbiasa akan hidup seperti ini dan menyayangi keluarganya dengan amat baik, mama”aku pergi ya sebentar “, ucapnya dengan sambil pergi berjalan kaki menuju ke warung tuak tersebut. Marlina selau mengajarkan marlina hidup dengan keras mendidik anak anaknya dengan keras juga marlina berpikir agar anak anaknya memahami kerasnya hidup di dunia yang fana ini Dia selalu mengajar dengan tekanan tekanan yang baik kadang mampu merubah kehidupsn sesorang menjadi yang lebih baik di dunia ini. Terkadang marlina selalu merenung nasib keluarganya ke depan tapi dia hanya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan yang maha Esa. Dia hanya berpikir tuhan punya rencana yang baik untuk hidupnya yang lebih baik kedepannya. BAB 2 Dalam beberapa tahun kemudian Bila yang setelah selesai tamat dalam sekolah dasarnya dan ingin melanjutkan tingkat selanjutnya. Bila dalam seperti sekarang sudah cukup mandiri dan dia sudah mampu mmenjaga dirinya dan dalam keahliannya dalam memasak di sudah masuk lihai di usai dini. Bila adalah termasuk orang yang pintar dan bijaksana Bila duduk di sebuah kursi dari kayu di bawah pohon kelapa. Pikirrnya dia akan melanjutkan tahap ke luar kota dan berpisah dari orangtuanya tuturnya dan juga dalam pikirannya resah dan bertanya tanya mungkih kah aku pergi keluar kota mungkin dia sudah berpikir ibunya pasti tidak akan mengizinkannya pergi di usai muda Ibu marlina diam diam memerhatikan marlina dari kejauhan melihat putrinya seperti ini adalah kejarangan karena ia termasuk orang yang suka bahagia pikirnya marlina dalam hati. Marlinaa memutuskan untuk menemui putrinya dan bertanya “, apakah yang kau pikirkan bilaa”,seru marlina “tidak memikirkan apa apa mama , aku tidak ucapnya dengan senyum. Padahal marlina mengetahui senyumannya itu adalah seyum paksaan agar ibunya tidak merasa kwatir dan cemas terhadapnya. “kamu tida perlu bohong padaku bilaa”, ucap nya “ aku ingin melanjutkan smp di luar kota mama. Aku takut kalian tidak mengizinkannya serunya lagi dengan nada yang pelan Tidak apa apa bila itu kan mimpimu kesana ucap marlina, agar tidak membuatnya sedih “,tapi aku tidak akan bisa pergi sekolah di luar kota dengan situasi ini mama ”, ucap nabila lagi Tidak apaa apa asalkan kamu belajar dengan baik dan juga kami sudah merasa senang , ibu dan ayahmu akan berjuang demi kalian nak Bila terlihat senang dan senyuman yang indah sudah terlihat lagi di wajah nabila yang manis Aku akan merundingkan ini kepada ayahmu” ucap marlina. Pergilah ke dapur memasak untuk sarapan kita” ucap marlina dan bila pun menuruti perkataan ibunya . Nabila selalu menuruti perkataan ibunya tapi kadang dia yang selalu d marahi ibunya atas yang terjadi terhadap kedua adiknya bila Nabila memasak di dapur sementara kedua adiknya sedang bersekolah, marlina sudah dapat memasak dengan tenang tanpa menjaga adiknya karena adik marlina bersekolah. Beberapa menit kemudian marlina sudah selesai masak dan dia pergi ke ruang tamu mereka, walau pun rumah mereka sempit tapi masih memiliki ruangan tamu yang mereka sediakan. Mengingat masa lalu mereka rumah mereka yang pertama di rubuhkan oleh angin kencang di sore hari rumah mereka terbang bersama angin yang kencang dan keluarga ini memang benar benar di uji oleh tuhan dengan ketekunan dan kesabarannya yang di berikan oleh tuhan Setelah beberapa hari orangtua bila telah memutuskan bahwa nabila dapat sekolah di luar kota yang seperti dia harapkan dalam mimpi yang dia harapkan kelak dan dapat membantu adik adiknya dan terus berjuang dan kakanya lorien dan owen. Owen adalah adik nabila yang paling kecil dia anak yang imut dan periang “Bila besok ayahmu akan menemanimu ke kota besok untuk mendaftar di sekolah menengah pertama” ucapnya “Iya mama” Dalam hati bila iya sangat senang atas keputusan ayahnya dan ibunya yang hangat menerima keputusannya untuk tinggal di luarkota. Keesokan harinya mereka pun pergi ke luarkota dengan sepeda motor milik marco, mereka pergi sangat subuh karena mengejar waktu agar bisa cepat tiba di sana dengan waktu yang tepat.

No comments:

Post a Comment

jika memang dunia itu kejam, mengapa tuhan menciptakan manusia yang mempunyai hati yang baik dan bermacam variasi yang di berikan kepada um...